Cap Go Meh Bogor Street Festival 2019 – Sebuah Akulturasi dalam Pawai Budaya Nusantara

Arifin Himawan – Ketua Panitia Pelaksana CGM 2019

Menurut Bapak Arifin Himawan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan CGM 2019, yang mana beliau juga sebagai anggota Dewan Pertimbangan Organisasi PCTA Indonesia DPD Jawa Barat, ” …. dalam ranah Budaya Nusantara terjadinya akulturasi budaya adalah sebuah keniscayaan yang tak terelakan. Akulturasi Budaya Nusantara yang damai dan harmonis senantiasa melahirkan kearifan lokal yang mumpuni dan unik, salah satunya terekam dan termanifestasikan dalam sebuah pesta seni budaya yang dikenal dengan istilah Cap Go Meh – Bogor Street Festival (Pesta Rakyat Bogor)”.

Cap Go Meh, juga disebut Yuan Xiaojie, Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa, merupakan puncak acara perayaan Tahun Baru Tionghoa (Tahun Baru Imlek), dimana tradisi perayaan Tahun Baru Imlek biasanya disertai upacara syukuran terhadap berkah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada tahun sebelumnya.

Secara etimologis Cap Go dari dialek Hokkian yang bermakna ‘lima belas’, Meh berati ‘malam’. Perayaan ini jatuh pada setiap tanggal 15 bulan pertama dalam Tahun Baru Imlek, dan dilakukan di ruang publik sebagai bentuk ungkapan syukur terhadap berkah yang telah diterima sepanjang tahun.

Menurut tradisi Tionghoa, seusai aktifitas Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek pada tahun tersebut.

TRADISI RATUSAN TAHUN

Di Bogor sendiri, Vihara dimana Dewa Hok Tek atau Dewa Rejeki dimuliakan, terletak di Jl. Suryakencana No. 1, Bogor (dahulu disebut Jl. Perniagaan – Handelstraat), yang berdekatan dengan lokasi perdagangan serta urat nadi ekonomi masyarakat Bogor. Vihara tersebut, yang sekarang bernama Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio), menempati bangunan yang merupakan cagar budaya Nasional yang terletak di Kota Bogor dan tercatat sebagai aset Dinas Purbakala di Kota Bogor.

Menurut sejarah, bangunan ini pertama kali didirikan oleh masyarakat Tionghoa Kota Bogor pada abad ke-18, lebih dari 300 tahun yang lalu dan jelas lebih tua daripada usia bangunan Istana Bogor maupun Kebun Raya Bogor yang letaknya sangat berdekatan.

Vihara tersebut, pada zaman kolonial terletak pada sebidang tanah milik negara (eigen– dom) seluas 5.000 m2, namun pada masa kini terdesak oleh berbagai ekses pembangunan kota, seperti pelebaran jalan, perluasan pasar dan lahan parkir, serta pembangunan gedung komersil yang menghilangkan sebagian ciri khas Vihara berbentuk pagoda.

Sejak kepengurusan Yayasan Dhanagun, telah diambil prakarsa penataan kembali bangunan tersebut sebagai cagar budaya, sebuah warisan sejarah yang tidak ternilai bagi masyarakat Bogor.

Bagi pemerhati budaya, kiranya dapat terlihat fenomena bahwa Kelenteng Hok Tek Bio atau disebut juga Vihara Dhanagun memberikan rejeki kepada masyarakat sekitar, bisa dilihat dari lokasi yang menciptakan berbagai jenis perdagangan untuk tumbuh dan berkembang, baik berupa pasar tradisional, pasar modern (dept-store), maupun perdagangan pasar tumpah / pasar malam dan toko besar maupun kecil.

Sesuai dengan budaya Nusantara yang beraneka ragam serta diakui dunia internasional sebagai wilayah bertemunya berbagai kebudayaan, maka tradisi perayaan Cap Go Meh – Bogor Street Fest yang bermakna syukuran, telah mengalami perubahan menjadi pesta rakyat dalam arti yang sesungguhnya, dimana berbagai kebudayaan, telah bercampur baur serta dinikmati berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Sebagaimana sejarah telah menulis, Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya masyarakat etnis Tionghoa kiranya patut berbangga dengan keberanian seorang tokoh Muslim, Alm. Presiden RI ke-4, K.H. Abdurahman Wahid ( Gus Dur ), yang mencanangkan Tahun Baru Imlek sebagai Hari Raya Fakultatif pada tahun 2001 yang kemudian disahkan menjadi Hari Raya Nasional pada saat pemerintahan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Makna dari pencanangan Tahun Baru Imlek sebagai Hari Raya Nasional ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar bersatu, saling menghargai dan menghormati dalam keberagaman budaya serta etnis demi kemajuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Khusus untuk perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor menurut literatur sudah dijelaskan bahwa pada tahun 1850an Tjapgomeh menjadi satu-satunya perayaan paling meriah dan merakyat di Buitenzorg (nama Kota Bogor dahulu kala), dengan demikian paling tidak perayaan rakyat dan bersifat publik ini telah tercatat dalam sejarah modern Kota Bogor sejak 168 tahun yang lalu.

Pada era modern ini, perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor dikenal sebagai CGM Bogor StreetFest ( Cap Go Meh Bogor Street Festival ).

CGM – Cap Go Meh – Pesta Rakyat Bogor yang dimulai 15 hari setelah hari raya Imlek yang pada tahun 2019 ini yang dirayakan pada tanggal 5 Februari. Oleh karena itu, tahun ini Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh 2019 akan diselenggarakan pada tanggal 19 Februari 2019.

Sebelum acara puncak pada tanggal 19 Februari 2019, terdapat beberapa kegiatan sebagai bagian dari kesatuan acara CGM – Bogor StreetFest 2019.

  1. Bakti Sosial, kunjungan ke beberapa Panti Jompo dengan menyajikan hiburan khas Cap Go Meh.
  2. Bazaar tahunan CGM – Bogor StreetFest selama 7 hari di Vihara Dhanagun.
  • Malam Wayang semalam suntuk 18 Februari 2019, yang diisi oleh Wayang Potehi dan Wayang Golek.
  • Parade Kuliner Suryakencana pada saat arak-arakan berlangsung.

Diawali dengan upacara menghormati Tuhan Yang Maha Esa, pada Dewa dan Leluhur; maka dimulailah seremoni pembukaan yang terdiri dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Doa Bersama dipimpin oleh 6 pemuka agama, pementasan istimewa kesenian daerah dan Kie Lien; dilanjutkan pembukaan prosesi tradisi dan barongsai serta liong, arak-arakan kesenian tradisional, kesenian modern dan lain lain. Prosesi arak-arakan dari Vihara Dhanagun menyusuri Jalan Suryakencana dan kembali ke Vihara sebelum pukul 22:00 WIB.

Panjang rombongan arak-arakan ini biasanya mencapai 1 kilometer, diikuti oleh ribuan peserta serta disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat Kota Bogor juga wisatawan dari berbagai kota bahkan mancanegara.

Semua ini menunjukkan kuatnya akar persahabatan di kalangan masyarakat Kota Bogor yang majemuk namun dapat menerima dan menghargai berbagai perbedaan yang ada.

sumber materi : Sekretariat panitia CGM 2019

/snv

Maria Walanda Maramis

1 Desember – Maria Walanda Maramis, wanita Minahasa sang tokoh pergerakan Indonesia yang menolak disebut sebagai Kartini dari Minahasa, namun mengakui bahwa apa yang dilakukannya adalah terinspirasi dari Ibu Kartini, dan melanjutkan apa yang telah Kartini lakukan pada masanya. 

Maria Josephine Catherine Maramis ( lahir di Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 – meninggal di Maumbi, Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 22 April 1924 pada umur 51 tahun ), atau yang lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis, adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20. 

Maria lahir di Kema, sebuah desa kecil yang sekarang berada di kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Kema (hasil pemekaran Kecamatan Kauditan)provinsi Sulawesi Utara. Orang tuanya adalah Maramis dan Sarah Rotinsulu. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara di mana kakak perempuannya bernama Antje dan kakak laki-lakinya bernama Andries. Andries Maramis adalah ayah dari Alexander Andries Maramis yang terlibat dalam pergolakan kemerdekaan Indonesia dan menjadi menteri dan duta besar dalam pemerintahan Indonesia pada mulanya.

Maramis menjadi yatim piatu pada saat ia berumur enam tahun karena kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal dalam waktu yang singkat. Paman Maramis yaitu Rotinsulu yang waktu itu adalah Hukum Besar di Maumbi membawa Maramis dan saudara-saudaranya ke Maumbi dan mengasuh dan membesarkan mereka di sana. Maramis beserta kakak perempuannya dimasukkan ke Sekolah Melayu di Maumbi. Sekolah itu mengajar ilmu dasar seperti membaca dan menulis serta sedikit ilmu pengetahuan dan sejarah. Ini adalah satu-satunya pendidikan resmi yang diterima oleh Maramis dan kakak perempuannya karena perempuan pada saat itu diharapkan untuk menikah dan mengasuh keluarga.

Setelah pindah ke Manado, Maramis mulai menulis opini di surat kabar setempat yang bernama Tjahaja Siang. Dalam artikel-artikelnya, ia menunjukkan pentingnya peranan ibu dalam keluarga di mana adalah kewajiban ibu untuk mengasuh dan menjaga kesehatan anggota-anggota keluarganya. Ibu juga yang memberi pendidikan awal kepada anak-anaknya.

Menyadari wanita-wanita muda saat itu perlu dilengkapi dengan bekal untuk menjalani peranan mereka sebagai pengasuh keluarga, Maramis bersama beberapa orang lain mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) pada tanggal 8 Juli 1917. Tujuan organisasi ini adalah untuk mendidik kaum wanita yang tamat sekolah dasar dalam hal-hal rumah tangga seperti memasak, menjahit, merawat bayi, pekerjaan tangan, dan sebagainya.

Melalui kepemimpinan Maramis di dalam PIKAT, organisasi ini bertumbuh dengan dimulainya cabang-cabang di Minahasa, seperti di Maumbi, Tondano, dan Motoling. Cabang-cabang di Jawa juga terbentuk oleh ibu-ibu di sana seperti di Batavia, Bogor, Bandung, Cimahi, Magelang, dan Surabaya. Pada tanggal 2 Juni 1918, PIKAT membuka sekolah Manado. Maramis terus aktif dalam PIKAT sampai pada meninggalnya pada tanggal 22 April 1924.

Untuk menghargai peranannya dalam pengembangan keadaan wanita di Indonesia, Maria Walanda Maramis mendapat gelar Pahlawan Pergerakan Nasional dari pemerintah Indonesia pada tanggal 20 Mei 1969.

//id.wikipedia-snv

 

Jutaan alasan untuk mencintai Indonesia

Gambar dapat memiliki Hak Cipta

 

Sahabat, negara kita Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Mungkin saat ini banyak diantara kita yang kurang sadar akan kemegahan dan kekayaan dari bangsa kita sendiri. Kita terlalu fokus untuk mencerca dan mengkritik mati bangsa kita sendiri. Kita menganggap bangsa kita sendiri sebagai bangsa yang paling korup di dunia, paling kotor, paling padat, dan paling-paling jelek lainnya.

Sahabat, tidakkah kita sadar, menjelekkan bangsa kita sendiri berarti menjelekkan diri kita sendiri juga? Bangsa adalah cerminan diri kita. Dan diri kita pula akan menjadi cerminan bangsa kita.

Kita adalah penghuni bangsa ini. Tidak ada orang lain yang dapat kita andalkan selain diri kita sendiri untuk membangun bangsa ini. Oleh karena itu, mulai saat ini, stop bully bangsa Indonesia, karena berikut saya pribadi memiliki  beberapa alasan mengapa kita perlu bangga dan bersyukur menjadi anggota keluarga dari Bangsa Indonesia ini.

  • Bangsa indonesia itu terdiri dari berbagai macam pulau, dan itu menjadikan kita menjadi benar-benar mengerti akan arti perbedaan. Berbeda pulau  menjadikan kita berwarna seperti pelangi, indah ditatap dan dinikmati.
  • Masing-masing pulau memiliki bahasa yang berbeda-beda, sehingga jika masalah bahasa, bangsa kita bukannlah bangsa yang miskin akan bahasa. Dan uniknya lagi adalah, meskipun terdapat banyak bahasa yang berbeda, bangsa kita tetap bisa disatukan oleh bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Bagi kalian yang sering meremehkan bahasa Indonesia, kalian salah sangka. Karena sesungguhnya Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa terhebat di dunia ini, karena mampu menyatukan jutaan manusia menjadi satu bahasa.
  • Dari segi budaya, jangan ditanyakan lagi. Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya akan budaya. Jika indonesia terdiri dari ribuan pulau, maka ribuan budaya pula yang ada di negara Indonesia ini. Lantas bisakah sobat sebutkan negara mana yang bisa mengalahkan kekayaan budaya bangsa Indonesia?
  • Dari segi masyarakatnya, orang indonesia setahu gue yang paling ramah di Dunia. Keramahan orang indonesia tidak akan pernah kalian temukan di negara manapun.
  • Negara Indonesia itu adalah negara yang kuat, buktinya ia mampu mencapai kemerdekaan setelah dijajah bebarapa tahun oleh bangsa lain.
  • Kita harus bangga dengan semangat move on bangsa indonesia, karena meskipun Indonesia merupakan bangsa yang pernah dijajah, ia tetap mampu menata masa depan dan mengukir prestasi dunia dalam berbagai aspek.
  • Indonesia memiliki banyak generasi muda pintar dan religius yang belum tentu dimiliki oleh negara lain yang sebagian besar hanya mengandalkan kepintaran semata.
  • Kita itu harus bangga hidup diatas bumi Indonesia ini, karena manusia model kita itu memang cocoknya hidupnya di bumi yang seperti Indonesia. Tidak ada salju, karena tubuh orang Indonesia memang rentan dengan kedinginan.
  • Di Indonesia, jika kita meninggal dunia, akan banyak kerabat yang akan mengantarkan jenazah kita ke liang lahat. Dan kita akan benar-benar tenang untuk beristirahat dibawah sana, tanpa harus khawatir digali karena belum membayar pajak kuburan yang harus dibayar per tahunnya seperti negara maju.
  • Di negara maju, jika kita sakit, tetangga tidak akan pernah care (red:peduli) sama kita. Sedangkan di Indonesia, sekedar batuk saja, tetangga akan dengan sangat cemas menyakan keadaan kita. Masih ingin pindah kewarganegaraan?
  • Di Indonesia, masih sangat banyak rumah-rumah yang memiliki halaman rumah yang bisa ditanami bunga ataupun tanaman lainnya, sehingga memberikan oksigen yang cukup, sedangkan di singapura saja, satu jengkal tanah saja dihargai dengan harga yang sangat fantastis.
  • Rasa kekeluargaan di negara Indonesia masih sangat kental sekali, sehingga kata minta tolong akan selalu ada dan hadir dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Minta tolong tanpa harga itu hanya ditemukan di negara kita saja sob. So, buat kalian yang mungkin memang sering minta tolong, jangan pernah bermimpi untuk pindah dari negara Indonesia, karena memang Tuhan telah menakdirkan tempat yang begitu indah bagi kalian.
  • Meskipun jumlah penduduk kita masuk dalam jajaran jumlah terbanyak di dunia, tapi itu bukanlah suatu masalah. Karena kita semua tetap bahagia dengan semua itu. Itulah justru yang menyebabkan tali silaturahmi kita semakin erat. Hubungan kekeluargaan masyarakat Indonesia tidak akan pernah ditemukan dinegara maju. Karena hubungan di negara maju hanya sebatas hubungan bisnis. Yang sarat akan hedonisme.
  • Meskipun kita terdiri dari berbagai macam agama, namun Indonesia mampu menyatukan mereka sehingga kita tetap bisa hidup berdampingan dan mencintai satu sama lain. Sedangkan negara lain belum tentu bisa melakukannya.
  • Meskipun rupiah memiliki nilai yang lemah dibandingkan dollar amerika serikat, namun masyarakat Indonesia tetap bisa makan untuk bertahan hidup. Hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia itu adalah bangsa yang kuat dan tegar dari segala macam permasalahan, termasuk masalah kurs rupiah yang tidak stabil.
  • Negara Indonesia bukanlah negara teroris, namun ia hanyalah korban kambing hitam dari negara yang ingin menjatuhkannya. Kalau tidak percaya , kita semua bisa menjadi saksinya, apakah anda teroris? Bukan kan?
  • Dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sering lupa akan aturan, harusnya kita benar-benar bersyukur hidup di Indonesia, karena dengan kondisi yang sering melupakan dan tak mengindahkan aturan ini  jika kamu hidup di Singapura, maka apa jadinya kita ini. Yang ada harta kita akan habis hanya untuk membayar pelanggaran aturan yang telah kita lakukan. Tuhan itu emang adil kawan, jadi jangan pernah punya mimpi sedikitpun untuk mau pindah kewarganegaraan. Surgamu adalah disini kawan. Indonesia.
  • Jangan terlalu membabi buta mendambakan kondisi negara lain, karena sesungguhnya bangsa kita itu jauh lebih baik dari bangsa mereka, hanya saja kita saja yang terlalu pikun dan naif membombardir mengeliminasi bangsa sendiri, sehingga seolah-olah bangsa kita adalah bangsa yang terburuk di dunia. Kalau generasi mudanya saja rajin menjelekkan bangsanya sendiri, lantas siapa lagi yang akan diharapkan untuk memuji bangsa ini? Malaysia? Jerman? Inggris? yang jelas bukan mereka. Namun kita sendirilah. So, mulai hari ini senantiasalah berpikir positif tentang negara kita sendiri. Bukan negara yang salah, namun kita saja yang perlu untuk mengoreksi diri sendiri.
  • Negara kita memang banyak tikus berdasi yang senantiasa menggerogoti harta benda milik bangsa Indonesia, namun sesungguhnya seberapapun banyak tikus berdasi tersebut, kekayaan Indonesia tidak akan pernah habis. Karena bangsa kita adalah bangsa hijau yang kaya raya.
  • Tahukan kita semua, kalau di Afrika sana masyarakatnya benar-benar kesulitan akan air? Sedangkan kita disini malah menghabiskan berliter-liter air hanya untuk mencuci motor, menyiram halaman , dan lain-lainnya. Sedangkan di Afrika sana, satu gelas air saja begitu mahal untuk sekedar menutupi dahaga mereka. Nah sekarang apakah kita masih belum bersyukur juga hidup ditanah pertiwi ini?
  • Siapa bilang negara kita tak bisa membuat robot? Itu salah. Ada banyak orang Indonesia yang mampu membuat robot sekelas Amerika dan Jepang. Hanya saja media tak pernah menciumnya. Yang tercium memang hanya negara besar saja. Masalah robot, kita memiliki potensi yang sangat besar kawan. Kita hanya butuh diberikan tempat saja untuk beraksi.
  • Meskipun bahasa Inggris bukan bahasa ibu ataupun bahasa nasional kita, namun generasi-generasi muda Indonesia mampu menguasai bahasa inggris dengan sangat baik. Coba tanyakan kepada orang-orang Amerika atau Inggris, bisakah mereka berbahasa Indonesia seperti kita yang mampu berbahasa inggris dengan baik?
  • Untuk masalah tempat wisata, kita tidak perlu khawatir. Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan tempat wisata. Jangankan pantai, halaman rumah saja bisa menjadi objek wisata, karena memang setiap sudut bumi pertiwi ini memiliki keindahan yang eksotis dan mengagumkan.
  • Jangankan tanaman, tongkat saja ditanam bisa menjadi pohon. Pernah dengar kata-kata ini? Menurut gue , kata-kata tersebut tidaklah berlebihan, karena memang pesona Indonesia itu memang sangat berlebihan. Kesuburannya tidak pernah diragukan.
  • Bisakah anda menemukan orang seramah orang Indonesia di negara favorit anda? Amerika, Inggris, Singapura dan lain-lain? Saya rasa hanya di Indonesia saja tempatnya.
  • Indonesia banyak hutang itu benar, tapi Amerika dan Jepang jauh memiliki hutang lebih besar dibandingkan Indonesia. Yang jelas, semua negara di Dunia ini hampir semuanya memiliki hutang. Mengapa berhutang? Karena kita saling membutuhkan satu sama lain. Itulah gunanya negara, agar kita dapat saling membantu satu sama lain. Tenang saja kawan, sebesar apapun hutang kita, kita akan tetap hidup bahagia di tanah pertiwi ini. Karena Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang luar biasa yang mampu menjaga kestabilan bangsa Indonesia.
  • Kalau sobat meninggal di Indonesia, akan banyak orang yang melakukan pengajian untuk mendoakan sobat. Hal ini sangat luar biasa, yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. Sekarang bayangkan, jika sobat meninggal di Amerika atau Singapura? Apakah ada acara doa untuk mengenang dan mendoakan arwah sobat? I think no. It will never happen.
  • Well… di Indonesia memang terdapat banyak sekali masyarakat miskin, namun jangan khawatir, bukan berarti mereka juga miskin hati. Buktinya, masyarakat Indonesia tetap taat beribadah kepada yang maha kuasa meskipun mereka tidak dikarunia banyak harta seperti orang-orang di negara barat sana. So, ini adalah hal yang perlu kita banggakan terhadap bangsa kita, yang belum tentu di miliki oleh bangsa lain di dunia ini.
  • Masalah anak muda, jangan khawatir. Sepreman-preman perilaku pemuda Indonesia, namun mereka tetap mencium tangan orang tua ketika akan pergi ke sekolah. Lantas, pernahkah sobat melihat di negara lain hal yang serupa?  Apakah itu ada di negara favorit sobat sekalian, seperti Australia , Amerika, dan negara super power lainnya?
  • Buat sobat yang muslim, nasib sobat tidak akan seperti muslim-muslim yang ada di negara-negara lainnya. Sobat bisa setiap hari mendengarkan suara azan, yang malah saling sahut-sahutan satu sama lain. Masjid ada dimana-mana bahkan jarak beberapa rumah saja, yang tentunya teman-teman tak perlu bertaruh nyawa untuk pergi beribadah seperti yang dialami di negara yang sedang berperang saat ini. Kita tenang, tanpa ada suara letusan bom yang menghantui hari kita. Lantas apakah kita masih belum bangga hidup di tanah pertiwi ini?
  • Meskipun banyak negara menganggap kita adalah negara yang miskin, tapi hidup kita selalu aman dan tentram. Tak ada suara bom diatas atap. Tak ada kepulan asap roket yang harus dihirup, karena ratusan tanaman berlomba-lomba memberikan oksigennya yang teramat segar untuk dihirup. Tak ada suara senjata api di tanah lapang, sehingga anak-anak penerus bangsa bebas bermain bola dengan riang tanpa takut meregang nyawa. Sedangkan dinegara timur sana? Luar biasa kekayaan minyak mereka kawan, namun sayang, setiap detik ratusan nyawa penduduk mereka melayang. Lantas, apakah sobat ingin angkat kaki dari tanah pertiwi ini? Pikirkan lagi semua kenyamanan yang bangsa ini telah tawar dan berikan kepada sobat.
  • Meskipun fasilitas yang ada di Indonesia tak semewah yang ada di negara maju, namun masyarakat Indonesia tetap mampu beraktivitas dengan lancar dan tetap produktif dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
  • Dalam hal makanan, untuk sobat yang sudah memiliki lidah Indonesia, memang benar-benar harus bangga tinggal di Indonesia, karena masakan Indonesia yang benar-benar murni hanya di Indonesia, jangan paksakan diri memakan makanan barat hanya untuk gengsian saja.
  • Meskipun arus gobalisasi sudah sangat menjangkiti masyarakat Indonesia, kita masih setia menjunjung budaya dan tradisi kita. Hal ini menandakan bahwa kita tidak terlena dengan buaian globalisasi yang mampu menggerus budaya dan tradisi kita. Bahkan para pemuda Indonesia sudah sangat banyak sekali yang sadar akan cinta budaya. Hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia memiliki generasi yang kokoh dalam menghadapi arus globalisasi yang belum tentu dimiliki oleh bangsa lain di dunia ini.

Nah…. Sebenarnya masih ada banyak sekali alasan mengapa kita harus benar-benar bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Namun, karena itu semua terlalu banyak, kita pun akhirnya sampai tak bisa menggambarkannya dengan kata-kata.

So.. bagi kita yang sebelumnya terlalu terlena dengan budaya barat dan budaya asing lainnya, segeralah sadar, mereka hanya menghipnotis kita. Jangan sampai buaian itu menyebabkan kita lupa akan nasionalisme kita terhadap bangsa kita sendiiri. Apapun alasannya, Indonesia tetaplah bangsa yang terbaik di dunia ini. Tak ada tempat terbaik untuk kita selain bumi pertiwi ini. Kami lahir, dibesarkan, tumbuh, dan menutup mata di tanah subur pertiwi ini.

Sahabat…. Mari mencintai bangsa Indonesia…..

#I love Indonesia.

/RA

 

Hari Inovasi Indonesia 2018

Photo dapat memiliki Hak Cipta

Selamat Hari Inovasi Indonesia !

Hari ini kita memperingati hari Inovasi Indonesia. Hari ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya Inovasi dalam kehidupan. karena adanya inovasi tersebut, kehidupan kita bisa terbantu. Anda  bisa bayangkan jika tidak ada telepon, mobil, alat-alat medis ketika ada orang yang sakit, betapa repot dan resikonya dalam menyelamatkan orang tersebut. maka oleh karena itu inovasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita.

Inovasi adalah suatu kreasi yang baru yang dapat memberi solusi dari masalah-masalah yang ada. Baik setiap perusahaan, organisasi ataupun individu harus memiliki inovasi-inovasi untuk mewujudkan perubahan dan pembaruan untuk menjadi lebih berkembang dan lebih baik.

Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang dijiwai menunggalnya keimanan dan kemanusiaan berharap di awal bulan ini, dan di hari spesial ini kita kami semakin menjadi organisasi kebangsaan yang inovatif dan juga bermanfaat bagi banyak orang atas pembaharuan dan hal yang terkini.

Apa harapan mu mengenai Hari Inovasi kali ini ?

 

/snv

 

Pelaku Kongres Sumpah Pemuda

 

Pernahkah kita mengetahui, siapa saja pemuda pemuda Indonesia yang pada waktu peristiwa Lahirnya Sumpah Pemuda ini, mereka adalah pemuda pemuda Indonesia yang terlibat langsung dalam aktivitas tonggak besar Bangsa Indonesia ?

Terlepas dari apa yang terjadi di kemudian hari, sejarah Indonesia mencatatkan keterlibatan mereka semua ini dalam aktivitas pergerakan bangsa Indonesia.

Soenario

Merupakan seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan pada waktu itu.  Soenario dipercaya sebagai penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda dan juga pembicara.  Pria yang lahir di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1902 ini memiliki nama lengkap Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo.  Setelah menyelesaikan masa studinya di tanah air, dia langsung berangkat ke Belanda guna melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Sunario adalah salah satu tokoh yang berperan aktif dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional Manifesto 1925 dan Konggres Pemuda II. Ketika Manifesto Politik itu dicetuskan ia menjadi Pengurus Perhimpunan Indonesia bersama Hatta. Sunario menjadi Sekretaris II, Hatta bendahara I. Akhir Desember 1925, ia meraih gelar Meester in de rechten, lalu pulang ke Indonesia. Aktif sebagai pengacara, ia membela para aktivis pergerakan yang berurusan dengan polisi Hindia Belanda. Ia menjadi penasihat panitia Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Dalam kongres itu Sunario menjadi pembicara dengan makalah ” Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia “.

Johannes Leimena

Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905.Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, dia merupakan anggota panitia kongres.Perlu diketahui bahwa Leimena merupakan mahasiswa aktivis yang mengetuai organisasi Jong Ambon. Dengan keaktifannya di Jong Ambon, ia ikut mempersiapkan Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928, yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Perhatian Leimena pada pergerakan nasional kebangsaan semakin berkembang sejak saat itu.

Setelah menempuh pendidikan kedokterannya di STOVIA Surabaya (1930), ia melanjutkan pendidikan di Geneeskunde Hogeschool (GHS – Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta yang diselesaikannya pada tahun 1939. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

Soegondo Djojopoespito

Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara. Tokoh pemuda yang satu ini lahir pada tahun 1905. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Soegondo inilah yang memimpin jalannya Kongres Pemuda II hingga menghasilkan Sumpah Pemuda yang kini terkenal.

Soegondo adalah seorang lulusan Rechts Hooge School, Sekolah Tinggi Hukum yang merupakan cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Di Rechts Hooge School, Soegondo hanya mencapai tingkat P (propadeus) atau setara dengan Diploma II. Sebelum menjadi Ketua Panitia Kongres Pemuda II, Soegondo juga mengikuti Kongres Pemuda I yang digelar tahun 1926. Soegondo dipilih menjadi Ketua Panitia Kongres Pemuda II atas persetujuan Mohammad Hatta selaku Ketua Persatuan Pemuda Indonesia di Belanda, organisasi penggagas ide kongres.

Pada waktu semua orang ikut dalam organisasi pemuda, pemuda Sugondo masuk dalam PPI (Persatuan Pemuda Indonesia – dan tidak masuk dalam Jong Java). Pada tahun 1926 saat Konggres Pemuda I, Sugondo ikut serta dalam kegiatan tersebut. Tahun 1928, ketika akan ada Konggres Pemuda II 1928, maka Sugondo terpilih jadi Ketua atas persetujuan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua PPI di Negeri Belanda dan Ir. Sukarno (yang pernah serumah di Surabaya) di Bandung. Mengapa Sugondo terpilih menjadi Ketua Konggres, karena ia adalah anggota PPI (Persatuan Pemuda Indonesia – wadah pemuda independen pada waktu itu dan bukan berdasarkan kesukuan.

Djoko Marsaid

Merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung. Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java. Tidak banyak informasi yang bisa digali dari seorang Djoko Marsaid ini. Namun, namanya tetap tercantum dalam tokoh penting perumusan Sumpah Pemuda.

M. Yamin

M. Yamin adalah seorang penyair yang merintis gaya puisi modern di Indonesia. Pria kelahiran Minangkabau tahun 1903 ini merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam perumusan Sumpah Pemuda.

 

Amir Syarifuddin Harahap

Wakil dari Jong Batak Bond.Saat perumusan Sumpah Pemuda, dia kerap menyumbangkan ide-ide brilian. Amir juga merupakan aktivis anti Jepang dan pernah terancam hukuman mati.

 

 

W.R. Supratman

Tentu kita semua pasti mengenal pemuda Indonesia yang satu ini . Ya,….  dialah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak banyak yang tahu bahwa pria bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman ini merupakan seorang wartawan dan pengarang. Selain itu, dia juga pandai dalam memainkan biola. Saat penutupan Sumpah Pemuda, dia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.

S. Mangoensarkoro

Merupakan seorang tokoh penting yang lahir pada tahun 1904. Pria bernama lengkap Sarmidi Mangoensarkoro ini merupakan pejuang di bidang pendidikan. Saat Kongres Pemuda I dan II, dia sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia.

Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, dia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.

Kartosoewirjo

Pria bernama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosiewirjo ini pada akhirnya merupakan pemimpin gerakan DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia. Walau begitu, dia merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Sumpah Pemuda 1928. Pria Kelahiran 7 Februari 1905 ini merupakan segelintir putra bangsa yang berhasil mengenyam pendidikan Eropa kala itu. Dia bersekolah di Holland Inlandsche School (HIS) di Rembang.Tempat itu merupakan sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa totok dan Indo (campuran)

Kasman Singodimedjo

Perintis keberadaan Pramuka di Indonesia. Dia juga dikenal sebagai orator yang ulung. Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia dari tahun 1945 hingga 1946.

 

Mohammad Roem

Merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum. Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda. Akhirnya, pria yang sering disapa Moh.Roem ini bertekad untuk ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda.

A.K. Gani

Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivis pemuda. Dia bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.  A.K. Gani lahir di Palembayan, Sumatera Barat, pada tanggal 16 September 1905. Ayahnya adalah seorang guru. Ia menyelesaikan pendidikan awalnya di Bukittinggi pada tahun 1923. Kemudian ia pergi ke Batavia untuk menempuh pendidikan menengah dan mengambil sekolah kedokteran.  Adnan meneruskan ke sekolah tinggi kedokteran STOVIA di Jakarta. Sayangnya, sekolah ini pada 1927 ditutup, sehingga Adnan harus melanjutkan sekolah ke AMS (setingkat SMA zaman Belanda) hingga lulus pada 1928. Setahun kemudian, Adnan masuk Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoge School/GHS) Jakarta, dan baru lulus pada 1940. 

Setelah proklamasi dan selama masa revolusi fisik, Gani memperoleh kekuasaan politik dengan bertugas di kemiliteran. Pada tahun 1945, ia menjadi komisaris PNI dan Residen Sumatera Selatan. Dia juga mengkoordinasikan usaha militer di provinsi itu. Gani menilai Palembang sebuah lokomotif ekonomi yang layak untuk bangsa yang baru merdeka. Dengan alasan, bahwa dengan minyak Indonesia bisa mengumpulkan dukungan internasional. Ia merundingkan penjualan aset-aset pihak asing, termasuk perusahaan milik Belanda Shell. Gani juga terlibat dalam penyelundupan senjata dan perlengkapan militer. Beberapa koneksinya di Singapura, banyak membantu dalam tugas ini.

Sie Kong Liong

Nama pria yang satu ini seringkali tidak disebut saat  membicarakan Sumpah Pemuda. Tapi patut diketahui , apapun alasannya, dia adalah pemilik rumah tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II. Rumah itu terletak di Jalan Kramat Raya. Saat ini, rumah itu telah dijadikan sebuah museum. Gedung di jalan Kramat Raya 106 milik Sie Kong Liang ini, menjadi Gedung Sumpah Pemuda pada 20 Mei 1973.

 

/snv- disarikan dari berbagai sumber.